MANUSIA DAN KEADILAN

Posted: March 23, 2011 in TUGAS KULIAH GUNDAR

1). Pengertian Keadilan

Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakuai dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajibannya, tanpa membedakan suku atau keturunan, dan agamanya. Hakikat keadilan Pancasila UUD 1945 dan GBHN. kata – kata adil trdapat pada :

  1. Pancasila sila ke dua dan kelima
  2. Pembukaan UUD 1945, alinea II dan IV
  3. GBHN 1999-2004 tentang visi

Sumber : http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/05/pengertian-keadilan.html

 

2) Makna Keadilan

Keadilan adalah kata jadian dari kata “adil” yang terambil dari bahasa Arab ” ‘adl”. Kamus-kamus bahasa Arab menginformasikan bahwa kata ini pada mulanya berarti “sama”. Persamaan tersebut sering dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat imaterial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “adil” diartikan: (1) tidak berat sebelah/tidak memihak, (2) berpihak kepada kebenaran, dan (3) sepatutnya/tidak sewenang-wenang.   “Persamaan” yang merupakan makna asal kata “adil” itulah yang menjadikan pelakunya “tidak berpihak”, dan pada dasarnya pula seorang yang adil “berpihak kepada yang benar” karena baik yang benar maupun yang salah sama-sama harus memperoleh haknya. Dengan demikian, ia melakukan sesuatu “yang patut” lagi “tidak sewenang-wenang”.

Keadilan diungkapkan oleh Al-Quran antara lain dengan kata-kata al-‘adl, al-qisth, al-mizan, dan dengan menafikan kezaliman, walaupun pengertian keadilan tidak selalu menjadi antonim kezaliman. ‘Adl, yang berarti “sama”, memberi kesan adanya dua pihak atau lebih; karena jika hanya satu pihak, tidak akan terjadi “persamaan”.

Sumber : http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/islam/Quraish/Wawasan/Adil1.html

 

3).  Macem – Macem Keadilan

Macem – macem keadilan ada 3 yaitu :

  • Keadilan Legal atau Keadilan Moral

Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara balkmenurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.

  • Keadilan Distributif

Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata All menerima Rp.100.000,- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadian Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

  • Keadilan Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.Contoh :dr. Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya. Sebagai seorang dokter is manjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, Yanti menanggapi lebih baik lagi. Alcibatnya, hubungan mereka berubah dan dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis yang saling mencintai. Bila dr. Sukartono belum berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif. Akan tetapi, karena dr.Sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena dr.Sukartono melalaikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga dr.Sukartono.

Sumber : http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/berbagai-macam-keadilan.html

 

4).  Pengertian Jujur

Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Bila seseorang berhadapan dengan suatuataufenomena maka seseorang itu akan memperoleh  gambaran tentang  sesuatu  atau fenomena tersebut. Bila seseorang  itu  menceritakan informasi tentang  gambaran  tersebut kepada orang lain tanpa ada “perobahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.Sesuatu atau fenomena yang dihadapi  tentu  saja apa yang ada pada diri sendiri atau di luar diri sendri.

Misalnya keadaan atau kondisi tubuh, pekerjaan yang telah atau sedang  serta  yang akan dilakukan. Sesuatu yang teramati juga dapat   mengenai benda, sifat dari benda tersebut atau bentuk  maupun model. Fenomena yang teramati boleh saja yang berupa suatu peristiwa, tata hubungan sesuatu dengan lainnya.

Secara sederhana dapat dikatakan apa saja yang ada dan apa saja yang terjadi.Perlu juga diketahui bahwa ada juga seseorang memberikan berita atau informasi sebelum terjadinya peristiwa atau fenomena. Misalnya sesorang mengatakan dia akan hadir dalam pertemuan  di sebuah gedung bulan depan. Kalau memang dia hadir pada waktu dan tempat yang telah di sampaikannya itu maka seseorang itu bersikap jujur. Dengan kata lain jujur juga berkaitan dengan janji. Disini jujur berarti mencocokan atau menyesuaikan ungkapan (informasi) yang disampaikan dengan realisasi (fenomena).Mungkin kita pernah melihat atau memperhatikan  Tukang  bekerja. Dia bekerja berdasarkan sebuah pedoman kerja. Dalam pedoman kerja (tertulis atau tidak) ada ketentuan sebuah perbandingan yakni  3 : 5. Tapi dalam pelaksanaan kerja Tukang tersebut tidak mengikuti angka perbandingan itu, dia  membuat perbandingan yang lain yakni 3 : 6,  Peristiwa ini jelas memperlihatkan si  Tukang  tidak mengikuti ketentuan yang ada dalam pedoman kerja. Dengan demikian berarti si Tukangtidak bersikap  jujur. Dalam kasus ini sang Tukang tidak berusaha menyesuaikan  informasi yang ada dengan fenomena(tindakan yang  dilaksanakan ).Kejujuran juga bersangkutan dengan  pengakuan.

Dalam hal ini kita ambil contoh , orang Eropa membuat pernyataan atau menyampaikan informasi, bahwa ….orang pertama sekali yang sampai ke Benua Amerika adalah  Cristofer Colombus…Padahal menurut sejarah yang berkembang, sebelum Colombus mendarat di Benua Amerika telah sampai kesana armada Laksmana Cheng ho. Artinya apa,  tidak ada pengakuan. Dalam hal ini kita juga melihat persoalan kesesuaian antara fenomena (realitas) dengan informasi yang disampaikan.K

Sumber:  http://jalius12.wordpress.com/2010/03/28/pengertian-jujur/

 

5). Hakekat Kejujuran

Kejujuran adalah dasar dari segala kebajukan manusia.” Suatu kutipan dari sang Abdul-Baha yang menyatakan bahwa kejujuran adalah pondasi utama bagi manusia untuk memperoleh semua sifat luhur lainnya. Jika manusia kehilangan kejujurannya, maka hakikat sejati manusia yang memiliki sifat-sifat luhur juga akan sirna.

Sumber: http://walinz.com/inspiratif-permata-kejujuran-manusia.html

 

6). Pengertian Kecurangan

Yang dimaksud dengan kecurangan (fraud) sangat luas dan ini dapat dilihat pada butir mengenai kategori kecurangan. Namun secara umum, unsur-unsur dari kecurangan (keseluruhan unsur harus ada, jika ada yang tidak ada maka dianggap kecurangan tidak terjadi) adalah:
 Harus terdapat salah pernyataan (misrepresentation)
 dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present)
 fakta bersifat material (material fact)
 dilakukan secara sengaja atau tanpa perhitungan (make-knowingly or recklessly)
 dengan maksud (intent) untuk menyebabkan suatu pihak beraksi.
 Pihak yang dirugikan harus beraksi (acted) terhadap salah pernyataan tersebut (misrepresentation)
 yang merugikannya (detriment).
Kecurangan dalam tulisan ini termasuk (namun tidak terbatas pada) manipulasi, penyalahgunaan jabatan, penggelapan pajak, pencurian aktiva, dan tindakan buruk lainnya yang dilakukan oleh seseorang yang dapat mengakibatkan kerugian bagi organisasi/perusahaan.

Kecurangan menyebabkan Manusia menjadi serakah, tamak, menimbun kekayaan Yang Ingin Artikel Baru dianggap berlebihan Composition Komposisi agar-agar sebagai Orang Yang Hebat pagar, pagar kaya, dan Senang Bila Masyarakat Hidup menderita disekelilingnya. Ditinjau Dari sales Manusia Artikel Baru Sekitarnya alam, ADA Empat Aspek yaitu Aspek Ekonomi, Aspek Kebudayaan, peradaban Aspek, Aspek tehnis dan. Apabila keempat Aspek tersebut dilaksanakan Wajar Secara, Maka Segalanya akan Berjalan sesuai Artikel Baru Hukum atau norma norma moral.

Aspek Ekonomi. Terkait masih berlangsung Hiduplayak dan berhak untuk mewujudkan hal tersebut Kita sebagai mahluk Lemah, salah dan dosa Tempat, rentan Artikel Baru Sekali Sangat hal – hal pintas KESAWAN merealisasikan APA Yang Kita pikirkan dan inginkan. Melakukan segala cara untuk mencapai sebuah Composition Komposisi Jahat Tanpa Melihat Orang lain disekelilingnya.

Aspek Peradaban dan Kebudayaan Dari sikapdan Sangat mempengaruhi mentalitas individu terdapat didalamnya yang “Kebudayaan sistem” halini Meski terkadang regular tidak Mutlak Selalu. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental Yang membutuhkan sportifitas dan keberanian.Pergeseran Saat Suami moral nurani memicu terjadinya pergeseran menghambat PADA setiapindividu didalamnya sehingga Sangat Very Sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan Keadilan.

Aspek Teknis. Suami hal Juga Sangat dapat menentukan Arah kebijakan Sendiri Keadilan ITU bahkan. Terkadang untuk dapat bersikapadil, Kita pun mengedepankan Aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga Sangat Very Sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan Keadilan Kita Sendiri Harus bersikap salah dan berkata Bohong agar-agar regular tidak melukai perasaan Orang lain. Artikel Baru kata lian Kita sebagai Bangsa timur Yang Sangat Sopan dan santun.

Keadilan dan ketidakadilan atau kecurangaan regular tidak akan dapat Berjalan bersamaan KARENA KESAWAN kedua julian Sangat bertolak belakang dan berseberangan.

Sumber : http://honeyzharratih.blogspot.com/2011/03/bab-5-manusia-dan-keadilan.html

Sumber: http://blogger.mercusian.com/antokoe%E2%84%A2/nama-baik.html

 

7). Macam-macam perhitungan dan pembalasan

Tetap Permanent Pembalasan ialah suatu perbuatan Reaksi Orang lain. Reaksi itu dapat Berupa Yang perbuatan serupa, perbuatan seimbang yang, tingkah laku serupa yang, tingkah laku seimbang dan yang.
Pembalasan Frontal Artikel Baru melakukan Serangan Langsung Pembongkaran kata-kata Kasar bahkan perlawanan Fisik
Perhitungan di muka Artikel Baru menaaati Hukum konsisten menyediakan bersaing dimuka ANTARA Hukum Yang dilaporkan pelapor dan pihak.

Sumber:

8). Pengertian nama Baik

Mendapatkan nama baik mungkin lebih mudah dibanding menjaganya. Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi ada sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Membangun citra atau imej atau brand butuh perjuangan dan pengorbanan. Semua dilakukan sesuai kaidah yang dianggap benar, dan publik mengakuinya.

Hakekat Kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

Sumber: http://anisamaryati.ngeblogs.info/2010/12/29/keadilan/

Sumber: http://blogger.mercusian.com/antokoe%E2%84%A2/nama-baik.html

 

9). Pengertian Pembalasan Dan Penyebabnya

Pembalasan ialah suatu reaksi atau perbuatan orang lain. Reaksi itu berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.

Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan , pergaulan yang bersabahat mendapat balasan yang bersahabat, sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.

Pada dasarnya manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.

Sumber: http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-keadilan

Semua dari www.google.com

 

OPINI:

Jangan lah jadi manusia yang berlaku tidak adil dan jangan melakukan kecurangan. karena itu membuat kerugian pada kita sendiri pada saat nanti

Nama : Maulana Yusuf

NPM : 24110277

Kelas : 1kb01

Mata Kuliah : IBD (softkil)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s