Manusia terhadap Komputer

Posted: October 4, 2012 in TUGAS KULIAH GUNDAR

  Manusia merupakan karakter sentral dari sebuah sistem interaksi. Sistem dirancang untuk membantu manusia, sehingga apa yang menjadi kebutuhan user merupakan prioritas utama. Agar dapat mendesain dengan baik, kita harus memahami kemampuan dan keterbatasan manusia terhadapa komputer. Dalam hal ini kita melihat dari aspek psikologi lognitif yang terkait dengan penggunaan sistem komputer seperti bagaimana manusia memandang dunia sekitar, bagaimana manusia menyimpan dan mengolah informasi serta memecahkan masalah, dan bagaaimana manusia secara fisik memnipulasi obyek. Untuk lebih mudah, kita menstrukturkan sebuah model prosesor.

  Tahun   1983, Card, Moran dan Newell membuat suatu model prosesor manusia (human processor) yang menggambarkan proses yang dilakukan manusia dalam berinteraksi dengan sistem komputer. Model ini terdiri dari 3 subsistem, yaitu :

  • Perceptual system yang menangani sensor dari luar.
  • Motor system yang mengendalikan aksi / respon.
  • Cognitive system yang melakukan proses yang diperlukan untuk menghubungkan keduanya.

  Masing  – masing subsistem ini mempunyai memori dan prosesor yang berbeda – beda, dan kompleksitasnya bergatung dari kompeksitas tugas yang harus dilakukan masing – masing subsitem. Kita akan menganalogikan mansuia / user sebagai sistem pemrosesan informasi seperti halnya sistem komputer konvesional. Karenanya akan dibahas mengenal tiga komponen dari sistem pemrosesan informasi, yaitu input – output, memori,, dan pemoresesan. Pada manusia, kita berhubungan dengan sistem komputer informasi inteligen, dengan pemrosesan informasi yang meliputi pemecahan masalah (problem solving), pembelajaran (learning), dan konsekuensinya terjadi kesalahan. Tidak seperti komputer, pemrosesan informasi pada manusia di pengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan sosial.

Saluran Masukan / Keluaran

  Interaksi  manusia dengan komputer / dengan dunia luar terjadi pada saat informasi di kirim dan diterima (input / ouput). Input apda manusia terjadi umumnya melalui panca indera yang terdiri dari penglihatan, pendengaran. perabaan, rasa, dan penciuman. Tiga jenis panca indera pertama memiliki peran penting dalam interkasi manusia terhadap komputer, sedangkan dua yang terakhir belum menjadi fokus. Ouput pada mansuia dilakuakn melalui efektor yang digerakkan oleh kendali motorik, seperti anggota badan tangan, kaki, dan seterusnya, jari2, mata, kepala, sistem vokal. Pada proses interaksi manusia terhadap komputer, jari – jari kita memainkan peran utama seperti pada saat mengetik atau menggunakan mouse; sedangkan suara, mata, dan kepala memiliki peran yang lebih sedikit dibandingkan dengan jari – jari.

Penglihatan

  Penglihatan manusia merupakan hal yang kompleks dengan batasan fisik dan perepsi dan menjadi sumber utama informasi. Kita dapat membagi konsep penglihatan menjadi dua tahap, penerima stimulus dari luar secara fisik, dan pemrosesan serta interpretasi dari stimulus tersebut. Kedua tahap tersebut harus dipahami, karena keduanya mempengaruhi bagaimana sistem komputer akan dirancang. Pada satu sisi, karakteristik fisik mata dan sistem penglihatan memiliki keterbatasan beberapa hal yang tidak dapat dilihat oleh manusia, di lain pihak, kemampuan interpretasi dari pemrosesan visual memungkinkan gambar / citra diikonstriksikan dari informasi yang tidak lengkap.

Mata Manusia

  Mata  adalah mekansime untuk menerima cahaya dan mentransformasikannya menjadi energi listrik, seperti saat bermain komputer. Cahaya direflesikan dari obyek dan citra obyek dipusatkan dibelakang mata secara terbalik. Receptor mata mentrasnformasikannya menjadi sinyal listrik dan dilewatkan ke otak.

  Mata  terdiri dari beberapa komponen penting, di antaranya adalah kornea dan lensa yang terletak di bagian depan mata yang memfokuskan obyek ke bagian belakang mata yang disebut retina. Retina sensitif terhadap cahaya dan teridiri dari dua jenis photoreceptor, yaitu rod dan cone. Rod sangat sensitif terhadap cahaya dan memungkinkan kita dapat melihat dengan tingkat iluminasi yang rendah, namun tidak dapat menganalisis obyek yang sangat detail. Sedangkan cone tidak terlalu sensitif terhadap cahaya. Terdapat 3 jenis cone yang masing – masing snesitif terhadap panjang gelombang cahaya yang memiliki kurang lebih 6 juta cone yang terkonsentrasi pada sebagian kecil daerah retina yang disebut fovea. Retina teridri dari photoceptor dan sel syaraf yang terkonsentrasi di fovea dan bertanggung jawab terhadap proses awal pengenalan pola, dan Y-cells yang tersebar di retina dan bertanggung jawab pada proses awal pengenlan gerakan.

Nama : Maulana Yusuf

NPM : 24110277

Kelas : 3Kb03

MK : Softkill Bahasa Indonesia 1#

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s